MEMBANGUN DATABASE DENGAN Ms.ACCESS..CUKUP AMPUHKAH?

Microsoft Access sebenarnya lebih dari cukup ampuh untuk membangun database dalam terapan bidang apa pun. Hanya saja, Microsoft Access sering dianggap terlalu mudah bagi para pakar pengembang database tingkat mahir (profesional). Lebih dari itu, mungkin ketidak mampuanya berdiri sendiri tanpa aplikasi induknya (microsoft Access itu sendiri) menjadi pembatas bagi pengguna sistem database hasil pengembangan dari Microsoft Access. Karena, pendistribusiannya tergantung dari ketersediaan aplikasi induknya. Memang itu tujuannya.

Microsoft Access merupakan aplikasi khusus untuk pengembangan database dengan tambahan fasilitas pemrograman Visual Basic. Tanpa menyentuh fasilitas ini, sistem database yang baik dapat dihasilkan dengan hanya menggunakan fungsi-fungsi dasar yang tersedia. Kemudahannya dengan klik, drag, dan drop, memungkinkan suatu sistem database dikembangkan dalam waktu relatif tidak terlalu lama. Karena penggunaanya yang terlalu mudah inilah seringkali Microsoft Access mungkin dipandang sebelah mata oleh para pengembang database tingkat lanjut.

Fungsi pemrograman Visual Basic yang tersedia dalam Microsoft Access rasanya lebih dari cukup. Banyak hal dapat dikembangkan dengan menggunakan pemrograman Visual Basic dalam Microsoft Access. Bukan hanya untuk menunjang fasilitas sistem database yang ingin dikembangkan, tetapi lebih dari itu, dapat menjangkau hingga manipulasi tampilan, dan berbagai fungsi dasar operasi komputer. Dengan menggabungkan fungsi dan fasilitas yang tersedia di dalamnya, saya pikir Microsoft Access lebih dari cukup ampuh untuk membangun database tingkat lanjut.

Bagaimana? Bukan begitukah?

Tren Clustering ala Java di Aneka Database

javaOndetik – Java adalah teknologi fondasi paling terkenal di dunia bisnis, ini juga sebenarnya bukan karena Java adalah teknologi terbaik, tetapi juga ada unsur “marketing” yang sangat giat dalam 10 tahun ini oleh Sun, yang kemudian diikuti oleh vendor super besar lainnya, seperti IBM, Oracle, SAP, Novell, dan juga komunitas Open Source seperti Apache, Eclipse dan ObjectWeb.

Beberapa solusi yang paling menarik dari dunia Java adalah memungkinkannya implementasi solusi high availability seperti load balancing atau clustering di Java. Yang menarik lagi, implementasinya dapat dilakukan terhadap sistem operasi yang berbeda.

Java clustering dapat diimplementasikan dalam 2 server atau lebih, dengan sistem operasi yang berlainan, misalnya Windows dengan Solaris atau Linux dengan Windows. Ajaib bukan.

Malahan saat ini ada projek Open Source untuk melakukan clustering Java tetapi khusus koneksi databasenya yaitu clustering JDBC, dulu namanya C-JDBC, sekarang diberi nama Sequoia, yang dihost di ObjectWeb. Kita dapat mengimplementasikan sebuah sistem dengan database yang tercluster tetapi berbeda-beda databasenya, misalnya MySQL dengan Oracle, atau Oracle dengan SQL Server.

Implementasi clustering di Java ada berbagai macam, yang paling sederhana adalah mereplikasi session, jadi dengan kata lain bilamana terjadi implementasi shopping cart, dan server tersetting cluster ready, maka session didalam shopping cart setiap user akan direplikasi ke banyaknya server yang terhubung dalam “cluster farm”.

Semakin tinggi user yang aktif, akan semakin lambat replikasi terjadi dan juga resource yang dipakai akan sangat tinggi, dapat dibayangkan Amazon dan Ebay seberapa besar resource mereka, maklum mereka adalah salah satu dari projek besar Java didunia.

Saat ini terjadi sebuah trend baru lagi, yaitu melakukan cache clustering, metode ini merupakan fitur utama pada teknologi OR Mapping seperti TopLink atau untuk implementasi yang lain adalah Tangosol, yang sangat terkenal dengan kemampuan ini.

Fitur clustering sebenarnya merupakan bisnis “premium” vendor Java, tetapi sepertinya karena persaingan Java sudah semakin sengit, dalam beberapa tahun kedepan, kita akan dapat melihat fitur-fitur clustering didalam middleware Java yang Open Source.

Middleware yang sudah mendukung clustering saat ini mungkin yang agak rajin promosi adalah JBoss dan Oracle dipasar medium, sedangkan dipasar premium adalah Weblogic dan Websphere XD.

Bilamana hendak melihat-lihat engine khusus clustering Java, dapat mencoba WADI, ini engine yang akan digunakan oleh Apache Geronimo, atau JGroups yang merupakan engine JBoss. Siapa tahun nanti akan lahir pakar-pakar cluster di Indonesai.

Sayangnya untuk Glassfish, mungkin hanya mereka yang pernah membeli Sun Application Server Enterprise yang baru dapat merasakannya, maklum barang ini masih US$ 11.000, dan akan Open Source kurang lebih tahun depan.

Pengembangan aplikasi Java berbasis clustering sebenarnya lebih rumit, terutama bilamana mereka yang mengimplementasikan singleton. Sebaiknya bilamana hendak mengembangkan sistem clustering, buatlah infrastrukturnya terlebih dahulu seperti middleware yang telah tercluster, bukan membuat aplikasi di satu server, terus dicluster.

CONTOH ERD

  1. Perhatikan Bagan Terstruktur(Structure Chart) Berikut ini :

 

Analisa bagan terstruktur tersebut untuk dapat menentukan :

-         Modul, Couple, Connection, Loop dan Decision.

 

  1. Perhatikan Tabel keputusan berikut :

 

1

2

3

4

  1. Total Nilai > 60
  2. Mengerjakan Tugas

Y

Y

Y

T

T

Y

T

T

  1. Lulus
  2. TIdak Lulus

X

-

X

-

-

X

 

-

X

 

Analisa tabel keputusan tersebut agar dapat membentuk struktur English (SE) dan atau Pseudocode-nya.

 

  1. Untuk materi UML pelajari dari materi yang diberikan !
  2. Materi Normalisasi tidak perlu dipelajari
  3. Untuk  alat bantu Analisa & perancangan DFD, ERD, HIPO, SADT perhatikan contoh kasus berikut :

SISTEM PEMESANAN BARANG ONLINE 

“Sebuah perusahaan sedang mengembangkan suatu sistem pemesanan barang secara online dimana pelanggannya dapat melakukan pemesanan barang secara online. Sistem ini dibuat untuk mengembangkan dari sistem yang sudah ada sebelumnya serta untuk mengatasi beberapa kendala dalam sistem yang ada sebelumnya, yaitu untuk mengurangi pencatatan pemesan barang yang masih dilakukan secara manual, sering terjadi kesalahan mengenai informasi data barang yang masih tersedia misalkan kode barang, ataupun jumlah barang.

 

Sistem yang akan dibuat berbasiskan internet dan intranet, sehingga pelanggan dapat menggunakan dimana saja asalkan terhubung ke internet

 

Sistem ini meliputi modul : informasi data barang yang tersedia dan pemesanan barang. Tiap pelanggan, baik yang sudah terdaftar di perpustakaan maupun yang belum terdaftar dapat melakukan pencarian informasi data barang, namun kalau mau melakukan pemesanan harus sudah terdaftar sebagai pelanggan perusahaan tersebut. Pelanggan yang akan memesan barang harus mengisi kode pelanggan yang mereka dapatkan ketika mendaftar sebagai pelanggan. Lalu sistem akan mencocokkan ke database pelanggan , jika mereka terdaftar maka dapat melanjutkan pemesanan, jika tidak, mereka harus mendaftar terlebih dahulu. Untuk pencarian sistem akan mencari ke database barang,  status dari barang merupakan salah satu yang paling penting dari sistem ini, status barang merupakan informasi jumlah barang yang tersedia dan dapat dipesan, setiap ada pemesanan maka jumlah barang yang tersedia akan dikurangi sesuai jumlah pesanan.

 

Dari sistem di atas sistem analis dari perusahaan tersebut membuat perancangan sistem menggunakan beberapa alat perancangan yaitu : DFD, ERD, HIPO, SADT dan Bagan Terstruktur.”

 

Analisa kasus sistem tersebut,

-         Misalkan untuk DFD komponen seperti : entitas eksternalnya. Proses, data store

-         Misalkan untuk ERD, bentuk ERD yang memungkinkan seperti apa (Entitasnya apa saja, relasinya bentuknya seperti apa)

-         Untuk HIPO, SADT dan bagan terstruktur pelajari dari catatan yang sudah diberikan

 

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI ASET DI PT. INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA (Persero) BERBASIS WEB

By: UTAMI DEWI WIDIANTI; NIM 10102087
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, UNIKOM
Created: 2006-09-05 , with 5 file(s).

Keywords: SISTEM INFORMASI ASET, WEB.
PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) dalam hal ini Sub Divisi Adrus, Divisi Sekper & SDM membutuhkan suatu sistem informasi untuk pengelolaan pendokumentasian aset perusahaan. Pembangunan ulang sistem informasi aset ini mengacu pada sistem manual. Sistem manual yang berjalan saat ini memberikan dampak kurang terpeliharanya aset perusahaan, pendokumentasian data dalam bentuk berkas menyebabkan terjadinya penumpukan dokumen sehingga mengalami kesulitan dalam hal pemeliharaan, lambatnya dalam pemenuhan kebutuhan informasi aset dan pembuatan laporan.
Dalam proses pembangunan ulang sistem informasi aset perusahaan ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus pada perusahaan, dimana teknik pengumpulan data yang digunakan, antara lain yaitu observasi dengan mengamati secara langsung proses kerja yang dilaksanakan di dalam perusahaan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai objek yang diteliti,wawancara, yaitu melakukan dialog secara langsung dengan pihak yang berwenang dalam memberikan keterangan terhadap data yang dibutuhkan, dan studi literatur dengan mencari pustaka-pustaka yang menunjang. Untuk teknik analisis data menggunakan metode dan paradigma perangkat lunak secara waterfall sedangkan metode aliran data sistem menggunakan metode terstruktur yaitu DFD (Data Flow Diagram) dalam menggambarkan model fungsional dan ERD (Entity Relationship Diagram) untuk menggambarkan model data.
Tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan sistem informasi aset perusahaan ini adalah dapat membantu dalam pengelolaan aset perusahaan, menjadikan sistem informasi aset perusahaan yang sudah ada lebih lengkap karena adanya pengelolaan aset dan tidak terbatas pada pendeskripsian ilustratif dokumen aset saja, dapat membantu dalam memudahkan pencarian informasi seputar properti atau aset perusahaan sehingga akan meningkatkan kinerja pada pelayanan bidang properti dengan pencarian informasi yang lebih cepat.
Setelah melalui tahapan sesuai dengan metode pengembangan yang dipilih maka dalam pengimplementasian sistem informasi aset perusahaan ini memiliki tindak lanjut pengujian sistem yang terdiri dari pengujian alpha dimana pengujian ini menggunakan metode pengujian black box yang berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak dan pengujian betha yaitu pengujian lapangan dengan pengolahan data statistik sebagai nilai akurasi hasil pilihan.

ABSTRAKSI ERD

Toko Komputer X adalah toko penyedia perangkat keras komputer yang masih memakai sistem manual dalam proses penjualan dan administrasi perusahaan. Penggunaan jaringan komputer di perusahaan ini tidak maksimal karena hanya dimanfaatkan untuk transfer data dan sharing resource. Sistem penagihan dan pembayaran tidak berjalan dengan sempurna, begitu pula dengan sistem pelayanan ke customer cenderung lambat. Proses penyesuaian stok produk membutuhkan waktu yang lama dan tidak up to date. Kalkulasi laba kotor penjualan dalam periode tertentu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Untuk mengatasi permasalahan sistem administrasi dan penjualan tersebut maka pada penelitian ini dibuat aplikasi database untuk mendukung sistem informasi pada penjualan dan administrasi, dengan menggunakan interface web browser. Aplikasi yang dibuat menggunakan konsep Client Server dengan sistem operasi Windows 2000 Server sebagai server, dan sistem operasi Windows Xp atau Windows Millenium Edition sebagai client. Database yang digunakan adalah SQL Server 7.0 dan bahasa pemrograman Borland Delphi 6.0.

Proses desain dimulai dari pembuatan context diagram, DFD hingga ERD. Proses implementasi program memanfaatkan ADO sebagai basis koneksi ke database SQL Server. Laporan yang dihasilkan meliputi posisi jumlah barang scat sekarang, rekapitulasi penjualan serta laba kotor perusahaan.

Dengan adanya aplikasi sistem informasi penjualan dan administrasi ini maka effisiensi perusahaan dapat meningkat karena segala yang berkaitan dengan proses penjualan serta administrasi dapat terkontrol dan memungkinkan pemilik untuk mengambil keputusan berdasar informasi tersebut. Kata kunci: sistem informasi penjualan, pemrograman web

Database Sistem Informasi Inventaris

A.  Permasalahan:

Suatu perusahaan software diminta membuatkan basis data yang akan menangani data-data inventaris sebuah toko kecil. Karena tokonya kecil, maka ada beberapa gudang yang khusus untuk menyimpan stock produk. Data-data yang akan ditanganinya adalah: data produk yang ditawarkan toko, data pemasok produk, data transaksi pembelian produk dari pemasok (nota pembelian), dan data gudang tempat penyimpanan produk. Satu produk yang sama bisa disimpan di beberapa gudang yang berbeda, dan tentu saja tiap gudang menyimpan berbagai macam produk. Di database harus ada data mengenai sisa stock yang ada di masing-masing gudang untuk semua produk.  

B.  Tahap 1: Penentuan Entities

·        produk: menyimpan semua informasi mengenai semua produk yang ditawarkan·        pemasok: menyimpan semua informasi mengenai semua pemasok·        nota_pembelian: menyimpan semua informasi mengenai semua transaksi pembelian produk dari pemasok·        gudang: menyimpan semua informasi mengenai gudang untuk penyimpanan produk  C.  Tahap 2: Penentuan Attributes·        produk:·        kode_produk: kode unik untuk tiap macam produk (string) PK·        nama_produk: nama lengkap untuk produk (string)·        harga_jual: harga jual produk di toko (integer)·        pemasok:·        kode_pemasok: kode unik untuk tiap pemasok (string) PK·        nama_pemasok: nama lengkap untuk pemasok (string)·        alamat_pemasok: alamat lengkap untuk pemasok (string)·        nota_pembelian:·        no_nota: kode untuk mata kuliah (integer) PK·        tanggal: tanggal transaksi dilakukan (date)·        gudang:·        kode_gudang: kode untuk ruang kelas (string) PK·        alamat_gudang: alamat lengkap untuk gudang (string)  

D.  Tahap 3: Penentuan Relationships

  produk pemasok nota_pembelian gudang

  Hubungan:·        produk disimpan di gudang:·        Tabel utama: produk, gudang·        Tabel kedua: stok_produk·        Relationship: Many-to-many (m:n)·        Attribute penghubung: kode_produk, kode_gudang (FK kode_produk, kode_gudang di stok_produk)·        produk tercatat di nota_pembelian:·        Tabel utama: produk, nota_pembelian·        Tabel kedua: rincian_nota_pembelian·        Relationship: Many-to-many (m:n)·        Attribute penghubung:  kode_produk, no_nota (FK kode_produk, no_nota di rincian_nota_pembelian)·        pemasok tercatat di nota_pembelian:·        Tabel utama: pemasok·        Tabel kedua: nota_pembelian·        Relationship: One-to-many (1:n)·        Attribute penghubung:  kode_pemasok (FK kode_pemasok di nota_pembelian)  

E.  Tahap 4: Pembuatan ERD

EER (Enhanced Entity Relationship) Diagram:

Books Database – Entity Relationship Diagram (ERD)

2.jpg

(Bold fields are part of the primary key.)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.