Tren Clustering ala Java di Aneka Database

javaOndetik – Java adalah teknologi fondasi paling terkenal di dunia bisnis, ini juga sebenarnya bukan karena Java adalah teknologi terbaik, tetapi juga ada unsur “marketing” yang sangat giat dalam 10 tahun ini oleh Sun, yang kemudian diikuti oleh vendor super besar lainnya, seperti IBM, Oracle, SAP, Novell, dan juga komunitas Open Source seperti Apache, Eclipse dan ObjectWeb.

Beberapa solusi yang paling menarik dari dunia Java adalah memungkinkannya implementasi solusi high availability seperti load balancing atau clustering di Java. Yang menarik lagi, implementasinya dapat dilakukan terhadap sistem operasi yang berbeda.

Java clustering dapat diimplementasikan dalam 2 server atau lebih, dengan sistem operasi yang berlainan, misalnya Windows dengan Solaris atau Linux dengan Windows. Ajaib bukan.

Malahan saat ini ada projek Open Source untuk melakukan clustering Java tetapi khusus koneksi databasenya yaitu clustering JDBC, dulu namanya C-JDBC, sekarang diberi nama Sequoia, yang dihost di ObjectWeb. Kita dapat mengimplementasikan sebuah sistem dengan database yang tercluster tetapi berbeda-beda databasenya, misalnya MySQL dengan Oracle, atau Oracle dengan SQL Server.

Implementasi clustering di Java ada berbagai macam, yang paling sederhana adalah mereplikasi session, jadi dengan kata lain bilamana terjadi implementasi shopping cart, dan server tersetting cluster ready, maka session didalam shopping cart setiap user akan direplikasi ke banyaknya server yang terhubung dalam “cluster farm”.

Semakin tinggi user yang aktif, akan semakin lambat replikasi terjadi dan juga resource yang dipakai akan sangat tinggi, dapat dibayangkan Amazon dan Ebay seberapa besar resource mereka, maklum mereka adalah salah satu dari projek besar Java didunia.

Saat ini terjadi sebuah trend baru lagi, yaitu melakukan cache clustering, metode ini merupakan fitur utama pada teknologi OR Mapping seperti TopLink atau untuk implementasi yang lain adalah Tangosol, yang sangat terkenal dengan kemampuan ini.

Fitur clustering sebenarnya merupakan bisnis “premium” vendor Java, tetapi sepertinya karena persaingan Java sudah semakin sengit, dalam beberapa tahun kedepan, kita akan dapat melihat fitur-fitur clustering didalam middleware Java yang Open Source.

Middleware yang sudah mendukung clustering saat ini mungkin yang agak rajin promosi adalah JBoss dan Oracle dipasar medium, sedangkan dipasar premium adalah Weblogic dan Websphere😄.

Bilamana hendak melihat-lihat engine khusus clustering Java, dapat mencoba WADI, ini engine yang akan digunakan oleh Apache Geronimo, atau JGroups yang merupakan engine JBoss. Siapa tahun nanti akan lahir pakar-pakar cluster di Indonesai.

Sayangnya untuk Glassfish, mungkin hanya mereka yang pernah membeli Sun Application Server Enterprise yang baru dapat merasakannya, maklum barang ini masih US$ 11.000, dan akan Open Source kurang lebih tahun depan.

Pengembangan aplikasi Java berbasis clustering sebenarnya lebih rumit, terutama bilamana mereka yang mengimplementasikan singleton. Sebaiknya bilamana hendak mengembangkan sistem clustering, buatlah infrastrukturnya terlebih dahulu seperti middleware yang telah tercluster, bukan membuat aplikasi di satu server, terus dicluster.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s